Wisata Pasir Cabe Banjar Hampir Tertelan Zaman

  • Whatsapp
Wisata-Pasir-Cabe-Banjar-Hampir-Tertelan-Zaman

Wisata Pasir Cabe Banjar merupakan sebuah kawasan wisata yang terkenal di zamannya. Tepatnya sekitar tahun 1960 hingga 1990. Namun, kenyataannya wisata ini mulai tergerus oleh zaman. Bagaimana sebenarnya kisah wisata pasir Cabe yang ada di lokasi Banjar ini. Simak ulasan berikut ini.

Wisata Pasir Cabe Banjar Hampir Tertelan Zaman

Wisata Pasir Cabe Banjar ini terletak di sebuah Dusun Sukaharja, Desa Karyamukti, Kecamatan Pataruman, Tepatnya di Kota Banjar. Kota yang menawarkan berbagai pemandangan indahnya wilayah ciamis dan Banjar.

Read More

Menurut sejarah yang beredar di masyarakat sekitar, dahulu bukit di Desa Karyamukti tepatnya di RT 5 RW 6 Dusun sukoharjo terkenal dengan nama pasir cabe, bahkan juga sempat menjadi sebuah daya tarik tersendiri sebagi lokasi wisata lokal.

Bagi masyarakat sekitar yang hendak melihat pemandangan kota Banjar dan sekitarnya dari atas bukit maka tempat ini Cocok untuk dijadikan rekomendasi. Karena berbagai keindahan alam akan bisa ditemukan dengan berada di puncak pasir cabe ini.

Pemandangan yang terlihat antara lain ada sebagian wilayah Ciamis dan Banjar, selain dua wilayah tersebut, Anda juga bisa temukanĀ  panorama yang eksotis yaitu Keramat Cangin dan Batu Tapak dari atas ketinggian tersebut.

Pasir Cabe Dulu Ramai Dikunjungi

Informasi ini dilansir oleh harapanrakyat.com yang mewawancarai seorang warga berumur 36 tahun atas nama Sumiati. Sumiati menuturkan bahwa dahulu tepatnya sekitar tahun 1960 an hingga akhir tahun 1990an, Pasir Cabe merupakan sebuah tempat yang ramai dikunjungi orang dari berbagai daerah.

Misalnya saja pengunjungnya datang dari Bandung, Jakarta hingga beberapa juga berasal dari luar Jawa. Keberadaan pengunjung ini tidak lain, tidak bukan dengan tujuan bertama di Keramat Caringin, maupun hanya sekedar menyaksikan keberadaan sebuah batu yang dikenal dengan batu Tapak.

Menurut penuturan Sumiati bahwa di lokasi puncak Wisata Pasir Cabe Banjar ini terdapat berbagai batu yang memang dari bentuknya nampak begitu unik dan bahkan mengandung misteri. Misalnya saja ada beberapa batu yang terdapat berbagai simbol kaki hewan macan dan lain-lain. Bahkan juga ada yang terlihat seperti tanda telapak tangan yang sangat jelas pada permukaan batu.

Namun, sekarang ini karena tempat yang tidak begitu terurus sehingga membuat lokasi ini jarang dikunjungi wisatawan lagi. Terlebih akses jalan menuju ke puncak Pasir Cabe sudah tidak sebaik yang dulu.

Sumiati juga mengeluhkan keadaan wisata ini yang sangat berbeda dengan zaman dulu. Jika dulu perjalanan yang berjarak tempuh sekitar 1 Kilometer bisa ditempuh oleh kendaraan roda empat dan roda dua, karena jalan yang masih terawat, namun sekarang sangat sulit bahkan hanya bisa ditempuh oleh pejalan kaku atau motor trail.

Oleh karena itu, warga hanya bisa berharap kepada pemerintah dan jajarannya agar lebih memperhatikan kelayakan maupun berbaikan atas wisata ini. Karena sayang jika terbengkalai begitu saja. Sebab jika Pasir Cabe kembali ramai maka juga akan berimbas kepada peningkatan perekonomian warga sekitarnya.

Pihak Desa Berharap Pasir Cebe Berjaya Kembali

Menurut Kepala Desa Karyamukti Bapak Ajat Sudrajat juga mengatakan bahwa pihak pemerintah juga menginginkan lokasi ini mampu kembali berjaya dan terkenal dengan keindahan alamnya layaknya tahun 1990 an dulu.

Sedangkan ia juga mengatakan perihal perbaikan kondisi akses menuju ke wisata tersebut memang belum bisa dilakukan sebab terkendala dengan anggaran. Padahal Bapak Ajat Sudrajat juga sudah menegaskan jika dulu dinas Dishubkominfar telah melakukan survey pada lokasiĀ  ini.

Namun, entah mengapa hingga saat ini belum ada tindak lanjut terkait pembenahannya, Bapak Ajat menduga mungkin ada kendala di bagian pendanaannya sehingga dari pihak desa dan pemkot sama-sama belum bisa mengalokasikan anggaran untuk perbaikan Wisata Pasir Cabe Banjar.

Bahkan jika ada anggaran, Bapak Ajat Sudrajat menginginkan adanya fasilitas pelengkap. Seperti lokasi parkir kendaraan, area flaying fox, tempat bermain anak maupun sarana-sarana lainnya sebagai daya tarik wisatawan.

Selain itu, akses jalan juga perlu untuk dibenahi karena dengan ini wisatan akan lebih mudah menuju lokasi wisata. Perihal tanah yang digunakan sebagian milik desa dan sebagian besar merupakan lagi milik warga setempat. Oleh karena itu, Bapak Ajat sangat berharap pengembangan lokasi ini mendapat angin segar dari pemkot maupun invertor.

Demikianlah nasib Wisata Pasir Cabe Banjar yang keberadaannya hampir tertelan zaman, semoga kedepannya wisata ini bisa lebih dikembangkan terlebih mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *